Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

Al-Imran

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 85

Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

Detail I'rāb Surat Ali Imran ayat 85

Ayat ini merupakan konsekuensi mutlak yang menyatakan bahwa siapa pun yang mencari agama selain Islam (penyerahan diri kepada Allah), maka agama itu tidak akan diterima, dan dia akan termasuk golongan yang merugi di akhirat.


I'rab Surah Ali 'Imran Ayat 85

Kata

Jenis Kata

I'rab (Kedudukan)

Penjelasan

وَ

Huruf 'Athaf

Haraf 'Athf

Menghubungkan kalimat ini dengan deklarasi keimanan universal pada ayat 84.

مَن

Isim Syart

Mabni 'Ala As-Sukun fi mahalli Rafa'

Mubtada' dan Isim Syarat yang men-jazm-kan dua fi'il.

يَبْتَغِ

Fi'il Mudhāri'

Majzūm (Kedudukan Jazm)

Fi'il Syart. Tanda jazm-nya ḥadzf ḥarfil 'illah (pembuangan yā'). Fa'il adalah dhamir mustatir takdirnya Huwa.

غَيْرَ

Isim

Manshub (Kedudukan Nashab). Mudhaf.

Maf'ulun Bih Muqaddam (Didahulukan) bagi يَبْتَغِ.

الْإِسْلَامِ

Isim

Majrur

Mudhaf Ilaih bagi غَيْرَ.

دِينًا

Isim

Manshub (Kedudukan Nashab)

Tamyīz (Penjelas) bagi غَيْرَ, atau Ḥāl (Keterangan Keadaan), atau Maf'ulun Bih kedua bagi يَبْتَغِ (jika yabtaghi diartikan yattakhidz).

فَ

Huruf Jawab

Fā' Al-Jazā'

Mengikat Jawab Syart dengan Fi'il Syart.

لَن

Huruf Nashb

Haraf Nafyi wa Nashb wa Istiqbāl

Menafikan dan men-nashab-kan fi'il mudhāri' (untuk masa depan).

يُقْبَلَ

Fi'il Mudhāri' Majhūl

Manshub (Kedudukan Nashab)

Fi'il Mudhāri' Majhūl Manshub oleh لَنNā'ibul Fā'il adalah dhamir mustatir takdirnya Huwa (kembali kepada دِينًا).

مِنْهُ

Haraf + Dhamir

Syibhul jumlah yang muta'alliq dengan يُقْبَلَ.

فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ

Jumlat Fi'liyyah

Fi mahalli Rafa'

Khabar bagi مَنْ (Mubtada' Syarat).

وَ

Huruf 'Athaf/Ḥāl

Wāw Al-Ḥāliyyah

Menghubungkan kalimat ini sebagai keterangan keadaan.

هُوَ

Dhamir Munfashil

Mabni 'Ala Al-Fath fi mahalli Rafa'

Mubtada'.

فِي الْآخِرَةِ

Haraf + Isim

فِي adalah Haraf Jarrالْآخِرَةِ adalah Isim Majrur.

Syibhul jumlah yang muta'alliq dengan الْخَاسِرِينَ.

مِنَ الْخَاسِرِينَ

Haraf + Isim Fā'il

مِنْ adalah Haraf Jarrالْخَاسِرِينَ adalah Isim Majrur.

Syibhul jumlah fi mahalli Rafa' sebagai Khabar bagi هُوَ. Tanda jarr-nya yā'.

وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Jumlat Ismiyyah

Fi mahalli Nashab

Ḥāl (Keterangan Keadaan) dari Fā'il di يُقْبَلَ (ia tidak diterima, padahal ia di akhirat termasuk orang yang rugi).


📝 Catatan Penting Mengenai I'rab:

  1. Struktur Syarat-Jawab: Ayat ini menggunakan pola Syarat-Jawab yang sangat kuat:

    • Syarat: مَن يَبْتَغِ (Barangsiapa mencari...).

    • Jawab: فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ (...maka tidak akan diterima darinya). Jawab Syart wajib didahului Fā' Al-Jazā' (فَ) karena adanya Ḥarf Nashb لَن.

  2. Yabtaghi (يَبْتَغِ): Fi'il mudhāri' ini majzūm karena Isim Syarat مَنْ, dan tanda jazm-nya adalah pembuangan huruf i'lal (yā').

  3. Ḥāl Berupa Kalimat: Keterangan keadaan (وَهُوَ فِي الْآخِرَ